Back to News

Dari UPI Cibiru ke Negeri Sakura: Kisah Kegigihan Jezzy,
Mahasiswa Teknik Komputer, Wujudkan Mimpi Studi di Jepang

Bandung

Jezzy Munggaran Putra, mahasiswa UPI Kampus Cibiru Program Studi Teknik Komputer angkatan 2021, berhasil menyelesaikan program pertukaran mahasiswa selama satu semester di Hiroshima University, Jepang. Perjalanannya melalui program Campus Asia 2024 ini membuktikan bahwa ketekunan dan semangat juang adalah kunci utama dalam meraih kesempatan studi di luar negeri dengan beasiswa.

Proses yang dijalani Jezzy sangatlah panjang dan kompetitif. Dimulai dari keikutsertaan dalam kelas daring E-Start selama setahun, proses seleksi berlanjut ke tahap wawancara yang menetapkan pilihan akhir. Dengan kuota yang sangat terbatas — hanya satu mahasiswa untuk program Semester Abroad pada angkatannya — Jezzy berhasil lolos mewakili UPI. Meskipun prosesnya rumit dan melelahkan, ia menekankan bahwa dukungan dari pihak UPI (Directorate of International Affairs UPI dan Pak Arif Hidayat, S.Pd., M.Si., Ph.D.Edu.) serta bimbingan dari pihak Hiroshima University (Mr. Akira “Ray” Ishii dan Global Exchange Group) mengawalnya di tiap langkah.

Selama berkuliah di kota yang dijuluki Kota yang Bangkit dari Abu ini, Jezzy merasakan perbedaan signifikan dalam gaya belajar. Jika di UPI perkuliahan diakhiri dengan sesi praktikum bersama, di Hiroshima University sesi praktik lebih sering dijadikan pekerjaan rumah. Meski begitu, ia merasa beban akademik secara keseluruhan tidak jauh berbeda, di mana kedua universitas sama-sama memberikan banyak tugas yang menuntut tanggung jawab mahasiswa. Ia mengambil berbagai mata kuliah lintas disiplin, mulai dari Introductory Japanese, Starting Programming from Scratch, hingga Basic Theory and Practice of Special Needs Education.

Jezzy menceritakan bahwa pengalaman paling berharga ia dapatkan dengan aktif mengikuti berbagai kegiatan di luar kelas. Ia bergabung dengan Fencing Club (klub anggar) dan English Club, serta tidak pernah melewatkan setiap acara internasional yang diselenggarakan kampus. Baginya, mencoba olahraga anggar yang tergolong eksklusif dan mahal di Indonesia secara gratis merupakan sebuah kesempatan langka. Semua kegiatan yang aku lakukan di sana… adalah the best thing that ever happened to me in my 21 years of life, ungkap Jezzy, menyimpulkan betapa berarti pengalamannya.

Salah satu culture shock yang paling berkesan baginya adalah kualitas SDM dan efisiensi pelayanan di Jepang. Ia mengamati bagaimana masyarakat secara alami taat pada aturan, seperti tidak menyeberang jalan sembarangan meskipun tidak ada kendaraan. Selain itu, efisiensi birokrasi sangat terasa saat ia mengurus berbagai dokumen kependudukan di city office yang selesai hanya dalam satu jam. Pengalaman ini kontras dengan yang pernah ia alami di Indonesia.

Meskipun berangkat dengan kemampuan Bahasa Jepang nol persen, Jezzy berhasil beradaptasi dan mendapatkan banyak teman dari seluruh dunia. Kuncinya adalah dengan aktif mengikuti semua acara internasional, berani mengajak teman baru untuk beraktivitas bersama setelah kelas, dan tidak malu untuk bertukar kontak. Menurutnya, lingkungan Hiroshima University yang sudah sangat terinternasionalisasi dan menjadi sebuah college town juga sangat membantu proses adaptasinya. Ia tidak pernah sekalipun merasakan intimidasi atau rasisme dan semua orang yang ditemuinya sangat ramah.

Sebagai penutup, Jezzy memberikan saran paling penting bagi mahasiswa lain yang ingin mengikuti jejaknya: Always be resilient!. Ia menegaskan bahwa semua program beasiswa bergengsi memiliki tahapan yang rumit dan melelahkan. Kamu adalah orang yang memegang kendali atas hidup dan masa depanmu. Jadi, teruslah bersemangat dan kejar mimpimu, pungkasnya.

Foto 1
Dokumentasi (1).
Foto 2
Dokumentasi (2).
Foto 3
Dokumentasi (3).
#CELLSUPI #HiroshimaUniversity #CampusAsia
← Previous Article Next Article →