Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menjadi titik temu kolaborasi strategis dalam bidang pendidikan melalui penyelenggaraan Psychological Network and Lesson Study Workshop yang melibatkan Malaysia Educational Psychology Society (MEPS) dan berbagai unit di UPI. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini diawali dengan observasi pembelajaran langsung di Sekolah Dasar Alfa Centauri.
Tim dari Center for Excellence of Lesson and Learning Studies (CELLS) yang berada di bawah Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan (DIPUU) UPI, bersama perwakilan MEPS serta dosen dan mahasiswa Program Studi Psikologi UPI, melakukan pengamatan mendalam pada proses pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Olahraga di kelas SD Alfa Centauri. Kepala sekolah dan guru-guru setempat menyambut antusias kehadiran tim dan menegaskan bahwa praktik observasi dan refleksi seperti ini sangat penting untuk membangkitkan motivasi belajar siswa sekaligus meningkatkan mutu pengajaran di kelas.
Penandatanganan MoA antara MEPS dan UPI
Beranjak dari kegiatan lapangan, acara berlanjut ke ruang meeting DIPUU UPI untuk pelaksanaan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama antara MEPS dan Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan UPI. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Prof. Ida Kaniawati, S.Pd., M.Si. (Direktur DIPUU) bersama Teow Chean Khai (Ketua MEPS) sebagai wujud komitmen kuat kedua institusi untuk mengembangkan riset dan inovasi pendidikan yang berdampak luas. MoA ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi pertukaran pengetahuan, sumber daya, dan pengembangan kapasitas akademik di kedua negara.
Diskusi “Slow Looking in Classroom Dialogues”
Tidak berhenti di situ, diskusi intensif dengan tema Slow Looking in Classroom Dialogues dipimpin oleh Arif Hidayat, Ph.D.Ed. (Ketua Unit CELLS) berlangsung interaktif. Para peserta aktif menggali teknik observasi pembelajaran yang mendalam dan reflektif guna memperkuat pemahaman guru terhadap dinamika kelas serta interaksi belajar siswa. Diskusi ini membuka ruang pertukaran ide inovatif yang dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kuliah Umum dari MEPS
Sesi berikutnya menghadirkan General Lecture yang dipandu para pakar terkemuka dari MEPS. Dalam kesempatan ini, para ahli memaparkan temuan riset mutakhir yang relevan dengan dinamika psikologi pendidikan saat ini. Fokus utama paparan mencakup isu neuromyth, mitos dan miskonsepsi yang umum beredar mengenai fungsi otak dan proses belajar, yang kerap memengaruhi praktik pendidikan global. Pemahaman kritis terhadap neuromyth menjadi penting agar kebijakan dan praktik pembelajaran berbasis ilmu saraf dapat diterapkan secara akurat dan efektif.
Selain itu, pembicara mengulas penggunaan reflective journaling sebagai instrumen asesmen inovatif dalam psikologi pendidikan. Metode ini tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sarana pengembangan kesadaran metakognitif dan keterampilan reflektif siswa. Dengan pendekatan ini, guru dapat memperoleh wawasan mendalam mengenai pengalaman belajar siswa yang kemudian menjadi dasar pengembangan strategi pembelajaran yang lebih personal dan berdampak.
Antusiasme Peserta dan Harapan Ke Depan
Kuliah umum yang sarat ilmu dan praktik aplikatif ini diikuti dengan antusias oleh dosen dan mahasiswa S1 maupun S2 Fakultas Ilmu Pendidikan UPI. Diskusi interaktif setelah paparan membuka ruang pertukaran gagasan yang kaya dan kritis, menambah wawasan peserta mengenai tantangan dan peluang pengembangan psikologi pendidikan modern.
Melalui rangkaian workshop dan paparan ilmiah ini, kedua negara kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat jejaring akademik dan riset pendidikan. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi juga mempercepat penerapan praktik pembelajaran inovatif, inklusif, dan berkelanjutan di pendidikan formal. Sinergi strategis ini diharapkan memberi dampak positif signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di Asia Tenggara, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia dan daya saing regional.
