Back to News

Berawal dari Belajar Secara Online hingga Bisa Pergi ke Jepang! : Intip Pengalaman
Mita Menjadi Awardee Campus Asia Summer Program 2024 di Hiroshima, Jepang

Bandung

Mita Nur Afifah atau akrab disapa Mita berkesempatan untuk belajar di Hiroshima, Jepang selama 10 hari melalui kegiatan Campus Asia Summer Program 2024. Campus Asia sendiri merupakan program kolaboratif antara perguruan tinggi di Asia yang membawakan isu-isu terkini, seperti Inclusivity dan Diversity.

Mengali dari pengalaman Mita, dirinya bisa menjadi awardee setelah melalui proses yang panjang dan berkesan. Berawal dari broadcast kegiatan online course yang dilakukan selama kurang lebih satu bulan setengah, Saat itu aku diberikan kesempatan memilih antara 2 tema, yaitu Fostering Inclusivity for All dan Inclusivity at School, aku memilih Fostering Inclusivity for All tutur Mita. Menurutnya, tahapan online course memberikan pengalaman besar untuk belajar bersama dosen yang pakar di bidangnya serta kesempatan untuk berkolaborasi dengan mahasiswa dari 5 negara berbeda, baik Jepang, Indonesia, Korea, China, dan Thailand.

Setelah selesainya kegiatan online course, penyaringan lebih lanjut dilakukan melalui seleksi wawancara, pembuatan esai, serta kegiatan administratif lainnya. Kesempatan ini dibuka untuk siapa saja, bahkan ada teman-teman yang background-nya bukan soshum, tetap bisa ikut seleksinya tutur Mita lebih lanjut.

Beranjak dari sana, Mita terpilih dan berangkat bersama kedua teman lainnya menuju Hiroshima, Jepang. Selama di sana, Mita mengikuti berbagai kelas yang berkaitan dengan tema Inclusivity dan Diversity. Dirinya ditawarkan untuk terus bekerja sama dengan teman berbeda selama di kelas. Jadi tiap harinya tuh pairing teman sekelompoknya berbeda-beda dan mendorong kita buat bisa collaborate sama siapa aja tutur Mita. Di samping itu, kegiatan kunjungan juga dilakukan, seperti pergi ke Hiroshima Medical Campus dan di sana Mita belajar tentang majunya teknologi di Jepang dalam mendukung orang-orang disabilitas.

Kegiatan grup dalam kelas-kelas yang diadakan oleh program
Gambar 2. Kegiatan grup dalam kelas-kelas yang diadakan oleh program

Tidak hanya akademik, Mita juga mendapat kesempatan untuk melakukan field trip ke tempat-tempat terkenal, seperti kuil dan memorial park. Di sisi lain, dirinya ditawarkan perjalanan berkesan ke yayasan yang memperkerjakan orang-orang disabilitas. Aku belum pernah lihat hal serupa di Indonesia tutur Mita ketika membahas yayasan tersebut. Menurutnya, di Jepang, orang dengan disabilitas tidak dipandang sebagai beban, tetapi justru difasilitasi untuk tetap berdaya dan berkarya di dalam kapasitasnya.

Salah satu kelas yang membahas tentang teknologi untuk orang disabilitas
Gambar 3. Salah satu kelas yang membahas tentang teknologi untuk orang disabilitas

Mita juga menuturkan bahwasannya dirinya belajar banyak hal dari kegiatan Summer School ini. Baginya kesempatan untuk mendalami inclusivity dan diversity mendorong pandangannya menjadi lebih luas mengenai orang lain. Aku jadi sadar bahwa di dunia ini ga ada orang yang ga bisa apapun, bahkan orang dengan kekurangan masih dapat diberdayakan tutur Mita. Dirinya juga mengaitkan tentang penerapan pada studinya di UPI tentang keguruan, di mana ia bisa lebih peka dan mendukung siswa nantinya, baik dalam kebutuhannya maupun potensinya untuk menggapai mimpi di masa depan!

Foto 1
Dokumentasi (1).
Foto 2
Dokumentasi (2).
Foto 3
Dokumentasi (3).
#CELLSUPI #HiroshimaUniversity #CampusAsia
← Previous Article Next Article →